Jumat, 08 Maret 2013

Metode Berkomunikasi



Seperti yang dibahas pada blog saya sebelumnya yang membahas tentang argumen, yang berarti kumpulan proposisi, dan proposisi tersebut merupakan premis dan klonkusi.
Premis                : Pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.
Konklusi            : Kesimpulan dari pernyataan.
Ada 3 langkah untuk menganalisis argumen, yaitu:
-Situasi dan Kondisi
-Rekonstruksi –> dengan mengidentifikasi premis yang ada.
-Evaluasi
Dalam berargumen, ada istilah implicature/implikatur.
Implikatur adalah maksud, keinginan, atau ungkapan-ungkapan hati yang tersembunyi.
Contoh :
Ferry     : “Kamu masih disini?”
Dimas   : “Angkotnya jarang ada yang lewat.”
Kalau dilihat dari percakapan Ferry dan Dimas, kita tidak memperoleh keterkaitan. Namun, maksudnya bisa dimengerti oleh partisipan(si pembicara dan lawan bicara). Ferry menanyakan dengan nada keheranan mengapa Dimas masih berada di tempat yang sama. Dimas pun memberikan alasan bahwa masih beradanya dia di tempat yang sama, karena angkutan kota yang diharapkan belum juga menepi. Artinya, implikatur percakapan adalah menerangkan yang mungkin diartikan, disarankan atau dimaksudkan oleh penutur dapat berbeda dengan yang dikatakan oleh kedua penutur.
Dan dalam merespon argumen dengan berpikir secara kritis memiliki beberapa standard intelektual, yaitu
-Clarity   (penjelasan);
3 langkah dalam melakukan clarity : 1. Elaborate (menguraikan)
2. Illustration (menguraikan gambaran)
3. Example
-Precision (ketelitian)
-Accuracy (ketepatan)
-Relevance (sesuai tujuan)
-Depth (kedalaman)
-Breadth (keluasan)
-Logic (masuk akal)
Perbedaan antara precision(ketelitian) dan accuracy(ketepatan):
Accuracy            : Tepat pada inti.
Precision             : Mendekati inti.
Dalam berkomunikasi harus ada sender dan receiver. Sender berfungsi mengirimkan pesan kepada receiver dan receiver yang menerima pesan tersebut dan begitu juga sebaliknya. Jika tidak ada timbal balik maka komunikasi tidak berjalan. Jadi jika kita berkomunikasi harus dengan bahasa yang sama agar komunikasi menjadi lancer, harus ada yang disampaikan dan juga harus ada lawan bicara.
Didalam berkomunikasi juga ada factor internal dan eksternal.
Faktor Internal   : Wawasan, mood, budaya, dll.
Faktor eksternal   : Noise(gangguan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar